Kurang Garang di Depan ,Arema Rapuh di Belakang

Kurang Garang di Depan ,Arema Rapuh di Belakang – Tampil tanpa lima pemain pilar sangat berpengaruh pada performa Arema FC. Mereka rapuh di pertahanan dan kurang garang di lini depan. Akibatnya, Singo Edan harus menyerah 2-4 oleh Kalteng Putra tadi malam di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya.

Kurang Garang di Depan ,Arema Rapuh di Belakang

Hampir semua lini Arema FC mati kutu. Tanpa Hamka Hamzah dan Johan Alfarizie, pertahanan keteteran. Absennya Jayus Hariono membuat lini tengah kurang maksimal. Di lini depan, tanpa Sylvano Comvalius dan Dedik Setiawan, Makan Konate pun harus bekerja ekstra.

Petaka Arema FC terjadi sejak laga baru berjalan tiga menit. Patrich Wanggai menjebol gawang Kurniawan Kartika Ajie.Agen Sbobet Sebenarnya, Arema bisa menyamakan kedudukan melalui gol Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-37. Namun, hanya berselang satu menit, Kalteng Putra kembali unggul lewat gol Hedipo Gustavo.

Selanjutnya, tuan rumah semakin merajalela. Dua gol kembali disarangkan Kalteng Putra melalui gol Wanggai (64’) dan Diogo Campos (77’). Arema FC memperkecil keunggulan Kalteng Putra setelah Konate mencetak gol pada menit ke-82.

Kekalahan atas Kalteng Putra itu tentu sangat menyakitkan. Apalagi, sebelumnya tim berjuluk Singo Edan tersebut sesumbar akan pulang membawa poin. Ditambah, ini kali pertama Arema kebobolan empat gol. Sebelumnya, Arthur Cunha dkk paling banyak kebobolan tiga gol ketika kalah 1-3 atas PSS Sleman (15/5).

Namun, pelatih Arema FC Milomir Seslija tak mau berdalih kekalahan itu terjadi akibat banyaknya pemain yang absen. Bagi dia, pemain pelapis yang diturunkan sudah bekerja keras. ’’Kami punya banyak peluang. Kami bermain bagus dan menciptakan gol. Tetapi, kami kemudian melakukan kesalahan. Dan mereka bisa memanfaatkan itu,’’ ucap Milo, sapaan Milomir.

Di sisi lain, kemenangan tersebut menjadi kemenangan beruntun bagi Kalteng Putra setelah kembali berlaga di Stadion Tuah Pahoe. Sebelumnya, mereka juga meraih poin penuh setelah menundukkan Semen Padang 2-0 (2/8).

’Sangat senang bisa menang lagi. Spesial karena lawan Arema, tim besar. Tetapi, kami juga menunjukkan permainan kami yang cepat secara kolektif,’’ ucap pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliveira.

’’Sangat luar biasa suasana di stadion ini. Banyak membantu kami di lapangan. Seperti yang pernah saya bilang, kami merindukan berlaga di kandang kami. Saat di Jogja, hanya saya yang teriak menyemangati. Tetapi, di sini ada ribuan yang teriak untuk menyemangati,’’ imbuh pelatih asal Brasil tersebut.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *